Agar Lebih Sabar Menghadapi Anak Belajar, Orang Tua Coba Lakukan ini

1545152-orangtua-dampingi-anak-belajar-780x390

Pandemi Covid-19 mengharuskan orangtua menjalani beragam peran dalam satu waktu. Menyelesaikan tugas rumah tangga, menyelesaikan pekerjaan kantor selama work from home, ditambah harus mendampingi anak belajar dari rumah, kerap menjadi rutinitas baru para orangtua. Banyaknya peran yang dilakukan, bila diikuti ekspektasi tinggi untuk mencapai yang terbaik dalam segala hal, amat berpotensi memicu stres dari dalam diri. Psikolog Tara de Thouars mengatakan, di kondisi banyaknya peran yang harus dilakukan selama di rumah, ekspektasi work-life balance sesungguhnya sulit untuk dicapai.

Berbeda dengan work-life balance yang membedakan antara pekerjaan dan kehidupan rumah, dalam work-life integration semua disinergikan, antara pekerjaan kantor, kehidupan rumah tangga, kesehatan sehingga semua selaras. Saat menyinergikan sejumlah aktivitas seperti bekerja dan menemani anak belajar, menurunkan ekspektasi perlu dilakukan. Sehingga, saat orangtua marah karena anak lambat mengerjakan tugas, masalahnya bisa jadi bukan pada diri anak. Prilaku anak hanya menjadi pemicu, namun masalah utamanya adalah “rasa takut” tak tercapainya ekspektasi.

Dalam situasi ini orangtua cenderung fight (marah-marah) dalam menghadapi anak. karena kita melihat diri kita sebagai sosok yang dominan, berbeda saat kita menghadapi atasan.

Untuk itu, selain mengurangi ekspektasi, orangtua perlu mengenali tanda-tanda awal stres. Mengenali dan mengakui stres dapat membuat seseorang lebih mampu mengelola emosi yang keluar.

Berikut sejumlah tanda-tanda saat alami stres:

  • Emosional, saat diri mudah sekali marah dan meledak-ledak.
  • Sensitif, mudah tersinggung akan hal-hal kecil bahkan menangis tiba-tiba.
  • Sulit fokus, konsentrasi mudah hilang dan banyak hal terlupa.
  • Merasakan kelelahan saat menghadapi rutinitas harian meski tak melakukan aktivitas fisik yang berat.
  • Sulit menikmati hal-hal yang sebelumnya mampu membuat rileks, misalnya menonton tayangan favorit tak lagi menyenangkan.
  • Tubuh ikut terpengaruh, misalnya merasakan sakit otot, alergi semakin parah, asam lambung naik.

Saat tanda tersebut terjadi, atau saat emosi negatif mulai muncul, Lebih baik sejenak keluar dari situasi sesaat dan melakukan teknik grounding dan mindful. Ini bertujuan agar “learning brain” menjadi aktif, sehingga orangtua mampu mengeluarkan respon berupa kata-kata dan tindakan yang tepat.

You may also like

Mendikbud Nadiem Bantah Hapus Mata Pelajaran Sejarah

Artikel 1

Artikel 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *